Jumat, 17 April 2015

MENGENAL IKAN LELE


Lele, secara ilmiah adalah jenis ikan berkulit halus dan berlendir yang memiliki banyak spesies. Tidak mengherankan pula apabila lele di Nusantara mempunyai banyak nama daerah. Antara lain: ikan kalang (Sumatera Barat), ikan maut (Gayo), ikan seungko (Aceh), ikan sibakut (Karo), ikan pintet (Kalimantan Selatan), ikan keling (Makassar), ikan cepi (Sulawesi Selatan), ikan lele atau lindi (Jawa Tengah) atau ikan keli (Malaysia), ikan 'keli' untuk lele yang tidak berpatil sedangkan disebut 'penang' untuk yang memiliki patil (Kalimantan Timur).
Ikan lele sangat mudah di budidayakan di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang beriklim lembab, karena lele kurang bisa beradaptasi di daerah yang beriklim panas atau terlalu dingin.
Berbagai cara untuk budidaya lele sudah banyak dilakukan oleh petani lele di Indonesia, mulai dengan cara convensional yaitu dengan media tambak tanah, lalu lele ditebar dan diberi pakan seadanya, hingga dengan cara yang lebih praktis yaitu dengan media plester yang terbuat dari semen. Bahkan akhir-akhir ini ditemukan metode terpal yang sangat effesien dan praktis.
Yang jelas pada prinsipnya, budidaya lele sangatlah mudah. Tergantung bagaimana kita bisa memahami karakter ikan lele, mulai dari gerak-gerik lele hingga bahasa tubuhnya.
Ikan lele merupakan jenis ikan yang mempunyai tipikal mudah untuk dibudidayakan, dan minim perawatan. ;berbeda dengan jenis ikan lainnya, ikan lele tidak memerlukan air yang mengalir. Untuk itu, lele bisa dibudidayakan didaerah yang minim dengan jumlah air. Disamping itu, tingkat kepadatan penebaran benih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar